Sidoarjo | Radar-today – Sebagai salah satu program pengembangan literasi masyarakat, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kabupaten Sidoarjo menggandeng Aston Sidoarjo City Hotel & Conference Center dalam peluncuran Pojok Literasi, sebuah ruang baca interaktif yang ditujukan untuk meningkatkan minat baca masyarakat dan pengunjung hotel, khususnya anak-anak.
Program ini juga mendapat dukungan dari LTPD (Lembaga Terpadu Perpustakaan Desa), melalui kontribusi 200 buku bacaan yang dapat diakses secara gratis oleh pengunjung.
Peluncuran program turut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) sebagai bentuk komitmen bersama dalam menghadirkan program literasi yang berkelanjutan dan terbuka bagi masyarakat.
General Manager Aston Hotel Sidoarjo, David Eko Susanto menyampaikan, kehadiran Pojok Literasi menjadi bentuk kolaborasi antara sektor publik dan industri hospitality dalam menghadirkan ruang edukatif yang lebih dekat dengan masyarakat. Tidak hanya menjadi fasilitas tambahan bagi tamu hotel, area ini juga diharapkan mampu menciptakan suasana membaca yang lebih santai, nyaman, dan mudah dijangkau di tengah aktivitas sehari-hari.
“Untuk menjaga kualitas dan variasi bacaan, koleksi buku akan diperbarui setiap tiga bulan sekali sehingga pengunjung dapat menikmati pilihan buku yang lebih beragam dan relevan” tegasnya.
Melalui program pojok literasi ini, Disperpusip Kabupaten Sidoarjo bersama Aston Sidoarjo ingin menghadirkan ruang literasi yang lebih inklusif dan fleksibel. Pojok Literasi ditujukan bagi pengunjung hotel, keluarga, komunitas, hingga anak-anak yang membutuhkan ruang membaca yang nyaman di area publik.
Poin utama dalam program ini adalah Kolaborasi interaktif antara Disperpusip Kabupaten Sidoarjo dengan Aston Sidoarjo sebagai satu-satunya hotel di Sidoarjo dalam menghadirkan ruang literasi di lingkungan hotel sebagai wajah baru sinergi antara sektor pemerintahan dan industri perhotelan.
Penyediaan lebih dari 200 buku bacaan dari LTPD (Lembaga Terpadu Perpustakaan Desa) yang dapat diakses oleh pengunjung hotel dan masyarakat umum. Pembaruan dan rotasi koleksi buku setiap 3 bulan sekali guna menjaga variasi serta relevansi bahan bacaan. Area baca yang dirancang nyaman, santai, dan ramah anak untuk menciptakan pengalaman membaca yang lebih fleksibel di ruang publik, peluang pengembangan kegiatan edukatif dan literasi interaktif di area hotel.
“Kami berharap sinergi ini dapat menjadikan Pojok Literasi sebagai salah satu fasilitas unggulan di Aston Sidoarjo sekaligus menjadi jembatan kegiatan literasi yang terbuka bagi publik, khususnya para pengunjung hotel” kata Rudi Setiawan, Kepala Disperpusip Kabupaten Sidoarjo.
“Program ini juga menjadi wujud komitmen Disperpusip Kabupaten Sidoarjo dalam menghadirkan pelayanan dasar yang lebih dekat, inklusif, dan bermanfaat bagi masyarakat melalui kolaborasi bersama berbagai sektor” jelas Rudi
Sementara itu General Manager Aston Hotel ,David Eko Susanto menambahkan melalui Pojok Literasi ini, kami ingin menghadirkan pengalaman baru di lingkungan hotel yang tidak hanya nyaman untuk dikunjungi, tetapi juga memiliki nilai edukatif.
Kami berharap kolaborasi ini dapat menjadi ruang interaktif yang terus berkembang, mampu meningkatkan minat baca masyarakat, khususnya anak-anak dan keluarga, sekaligus membuka peluang kolaborasi bersama komunitas, institusi pendidikan, hingga berbagai elemen masyarakat dalam menghadirkan kegiatan positif dan inspiratif di masa mendatang.
Menurutnya, Kolaborasi ini menjadi langkah awal dalam menghadirkan ruang publik yang tidak hanya nyaman, tetapi juga memiliki nilai edukatif bagi masyarakat.
“Melalui sinergi antara Disperpusip Kabupaten Sidoarjo bersama Aston Sidoarjo, diharapkan Pojok Literasi dapat terus berkembang sebagai ruang belajar yang lebih dekat, inklusif, dan relevan bagi generasi masa kini” ujar David.
Ia menambahkan, ke depannya, program ini juga diharapkan mampu membuka lebih banyak peluang kolaborasi kreatif antara sektor pemerintahan, komunitas, dan industri hospitality dalam menghadirkan kegiatan literasi yang lebih interaktif. Tidak hanya menjadi area membaca, Pojok Literasi diharapkan dapat berkembang sebagai ruang inspiratif yang menghadirkan berbagai aktivitas edukatif untuk publik.
“ Harapan ke depan, Pojok Literasi tidak hanya menjadi ruang baca, tetapi juga akan dikembangkan sebagai ruang interaktif edukatif melalui berbagai aktivitas literasi,contohnya seperti peluang kolaborasi bersama sekolah dan komunitas” jelasnya. (rin)












