Koperasi Wanita Mandiri Magersari Sidoarjo Kunjungi Griya Lansia Husnul Khotimah Malang

Malang | Radar-today – Suasana haru dirasakan para pengunjung Griya Lansia saat melihat lebih dekat para lansia yang berada di rumah Griya Lansia Husnul Khotimah Wajak, Malang. Momen peringatan bulan Muharram betul-betul membawa haru bagi Ibu-ibu koperasi Wanita Mandiri Magersari Sidoarjo, Minggu, (28/6/2026), mereka melakukan kunjungan sosial ke Griya Lansia Husnul Khotimah di Wajak, Malang.

Sekitar 17 anggota Koperasi Wanita Mandiri Magersari serta pengurus tampak tak kuasa menahan haru saat penanggung Jawab harian Griya Lansia, Nurhadi Rohmat, menceritakan keseharian para penghuni yang sebagian besar tidak memiliki keluarga maupun identitas kependudukan.

Ketua koperasi Wanita mandiri Magersari Sidoarjo, Jazila Munawaroh mengatakan kegiatan bansos ini dengan tujuan ingin berbagi kasih, empati kepada mbah-mbah yang ada di Griya Lansia disini.

“Kami silaturahmi kesini untuk berbagi empati, juga kami ingin para mbah-mbah disini merasakan bahagia karena masih banyak yang mengunjungi dan peduli,” ujar Jazila.

Sementara itu, Eradiaty salah satu pengurus menambahkan, kegiatan bansos ini bukan yang pertama kali melainkan kegiatan rutinitas disaat ada momen-momen tertentu, selain dari infak kami juga menerima sumbangan dari para anggota koperasi Wanita Mandiri kami kumpulkan untuk kegiatan bansos ini.

“Alhamdulillah setiap ada momen berbagi, anggota koperasi selalu merespon dengan cepat,”ungkap Eradiaty.

Dalam kegiatan bansos ini, pengurus telah mengumpulkan dana total sekitar Rp. 3.350.000,- sebagian dibelanjakan berupa barang- barang yang dibutuhkan oleh Griya lansia Husnul Khotimah.

Adapun barang yang dibawa berupa kebutuhan sehari-hari mulai dari diapers dewasa, sembako, pakaian layak pakai, pakaian baru, daster, dan uang tunai.

“Kami berharap semoga apa yang kami berikan bisa bermanfaat untuk Griya lansia disini,” kata Eradiaty.

Dalam penjelasannya, Nurhadi Rohmat menyampaikan bahwa Griya Lansia Husnul Khotimah berdiri sejak 2021 dan sampai kini sudah merawat sekitar 207 lansia.

“Sebagian hanya sedikit yang masih bisa beraktifitas.Dan yang sudah ngebrok hampir 100 orang,” ujarnya.Setiap hari kebutuhan diapers mencapai hampir 350 buah.

Minimnya bantuan menjadi tantangan besar bagi pengelolah, karena sebagian besar lansia tidak memiliki KTP maupun KK, sehingga tidak bisa mengakses bantuan pemerintahan.

Griya lansia Husnul Khotimah ini menerapkan pola perawatan mirip pondok pesantren. Para penghuni dibangunkan sejak pukul 03.30 WIB untuk beribadah dan mempersiapkan diri menuju akhir hayat yang Husnul Khotimah.

Kegiatan istighosah selalu dilakukan, dan para lansia makan terakhir setelah ashar dan tidak diberi makan malam agar mudah bangun dini hari untuk beribadah.

“Kalau diberi makan malam subuhnya susah bangun,” kata Nurhadi.Menurutnya, Griya Lansia saat ini sudah memiliki pemakaman sendiri yang disiapkan untuk para penghuni. Total sekitar 480 lansia yang pernah dirawat, dan telah dimakamkan di tempat tersebut.

Setelah mengunjungi Griya Lansia Husnul Khotimah di Wajak, Kegiatan dilanjutkan dengan acara ke Tanaka Malang. (rin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *