Surabaya | Radar-today – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) menyiapkan penguatan jaringan transmisi tegangan ekstra tinggi untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan listrik di Jawa Timur dalam beberapa tahun ke depan. Kebutuhan tersebut diperkirakan meningkat seiring pertumbuhan sektor industri, manufaktur, dan pariwisata.

General Manager PLN UIT JBM Ika Sudarmaja mengatakan, penguatan infrastruktur kelistrikan menjadi langkah penting untuk menjaga keandalan pasokan listrik, terutama di kawasan metropolitan dan pusat pertumbuhan ekonomi seperti Surabaya, Pasuruan, Banyuwangi, dan Gresik.
Menurut Ika, keandalan pasokan listrik berperan penting dalam menunjang keberlangsungan operasional industri sekaligus menjaga iklim investasi di Jawa Timur.
“Pembangunan industri secara masif, khususnya di kawasan metropolitan seperti Surabaya, membuat ketersediaan listrik menjadi sangat penting. Begitu juga Banyuwangi, Pasuruan, dan Gresik yang berkembang pesat,” ujarnya dalam Media Briefing dan Forum Silaturahmi Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81 PLN UIT JBM di Kantor UPT Surabaya, Senin (19/10/2026).
Ia menjelaskan, peningkatan kebutuhan listrik antara lain didorong oleh perkembangan industri pengolahan tembaga, industri kaca di kawasan Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), Gresik, serta berbagai sektor manufaktur lainnya. Karena itu, penambahan kapasitas dan penguatan jaringan transmisi diperlukan agar pertumbuhan industri dapat berjalan optimal tanpa terkendala keterbatasan infrastruktur kelistrikan.
“PLN merupakan bagian dari alat negara untuk menyediakan kelistrikan. Kami ingin memastikan investor tetap nyaman berinvestasi di Indonesia sehingga kegiatan ekonomi terus berputar,” jelasnya.
Salah satu proyek yang menjadi perhatian PLN adalah penguatan sistem transmisi di kawasan metropolitan Surabaya. Saat ini, kawasan tersebut didukung dua gardu induk (GI) bertegangan 500 kilovolt (kV), yakni GI Gresik dan GI Krian.
Menurutnya, jumlah tersebut menjadi salah satu pertimbangan untuk memperkuat jaringan transmisi tegangan ekstra tinggi di Surabaya, seiring meningkatnya kebutuhan listrik untuk kawasan perkotaan dan industri.
“Sebagai perbandingan, Jakarta ditopang delapan gardu induk 500 kV. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan untuk memperkuat jaringan tegangan ekstra tinggi di kawasan Surabaya seiring meningkatnya kebutuhan listrik perkotaan dan industri,” ungkapnya.
Saat ini, PLN tengah membangun GI 500 kV di Waru, Sidoarjo, beserta jaringan transmisinya. Dalam pengembangan tersebut, saluran udara tegangan tinggi (SUTT) 150 kV yang sudah ada akan digantikan dengan kabel bawah tanah. Langkah ini memungkinkan jalur yang tersedia dimanfaatkan untuk pengembangan jaringan transmisi 500 kV.
“Sekarang kita sedang membangun GI 500 kV di Waru, termasuk transmisinya. Saluran 150 kV yang lama kita ganti dengan kabel bawah tanah, sedangkan jalur yang ada dimanfaatkan untuk membangun saluran 500 kV. Ini untuk menopang kawasan metropolitan,” terangnya.
Selain Surabaya dan Pasuruan, Banyuwangi menjadi wilayah yang membutuhkan penguatan infrastruktur transmisi. Perkembangan sektor pariwisata, pembangunan hotel, dan pertumbuhan industri diperkirakan turut mendorong peningkatan kebutuhan listrik di wilayah ujung timur Jawa tersebut.
Saat ini, pasokan listrik Banyuwangi dan sekitarnya masih mengandalkan jaringan yang bersumber dari sistem kelistrikan di GI 500 kV Paiton. Sementara itu, jaringan transmisi 500 kV belum menjangkau wilayah Banyuwangi.
Untuk memperkuat keandalan pasokan listrik, PLN merencanakan pembangunan jalur transmisi 500 kV dari Paiton menuju Kalipuro, Banyuwangi. Jalur tersebut selanjutnya direncanakan terhubung dengan sistem kelistrikan Bali.
Ika mengatakan, rencana pembangunan jalur transmisi tersebut telah memasuki tahap penentuan lokasi bersama pemerintah daerah. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi tantangan perizinan karena jalur yang direncanakan melintasi kawasan hutan Baluran.
“Rencana pembangunan telah memasuki tahap penentuan lokasi bersama pemerintah daerah. Namun, proyek masih menghadapi tantangan perizinan karena jalur yang direncanakan melintasi kawasan hutan Baluran,” ungkapnya.
Melalui penguatan jaringan transmisi dan pembangunan infrastruktur kelistrikan baru, PLN UIT JBM berupaya memastikan kesiapan sistem kelistrikan dalam mendukung pertumbuhan industri, pengembangan pariwisata, serta peningkatan aktivitas ekonomi di Jawa Timur dan Bali.(rin)












