Kawal Transisi Energi Bersih, Kementerian ESDM Tinjau PLTS Terapung Karangkates 100 MWac

MALANG | Radar-today – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Timur dan Bali (UIP JBTB) menegaskan komitmen penuhnya dalam mengawal akselerasi transisi energi bersih dan pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) di Tanah Air. Komitmen ini diwujudkan melalui pengawalan peninjauan langsung progres pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Karangkates di Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Peninjauan lapangan ini dipimpin langsung oleh Direktur Terbarukan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia, Tony Susandy, S.T., M.B.A., serta turut dihadiri oleh Executive Vice President (EVP) Konstruksi Jawa, Madura, Bali, Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara PT PLN (Persero), Widya Anggoro Putro, beserta jajaran manajemen PLN UIP JBTB dan perwakilan PLN Nusantara Power.

Proyek PLTS Terapung Karangkates ini dikembangkan dengan kapasitas masif mencapai 100 MWac atau setara dengan 133 MWp. Kehadiran infrastruktur hijau berskala besar ini merupakan wujud kolaborasi strategis antara PLN UIP JBTB dengan subholding kelistrikan PLN Nusantara Power, di mana eksekusi pembangunannya dilaksanakan melalui entitas pengembang PT Nusantara Guodian Karangkates Indonesia (NGKI).

Kunjungan kerja strategis ini bertujuan untuk melihat secara langsung kesiapan lahan, inovasi teknis pemanfaatan area waduk, serta memastikan seluruh tahapan konstruksi oleh PT NGKI berjalan sesuai dengan tata waktu dan standar kelestarian lingkungan. Proyek ini menjadi terobosan penting pemanfaatan infrastruktur bendungan eksisting untuk menghasilkan energi hijau tanpa harus mengorbankan lahan daratan yang produktif.

Direktur Terbarukan Kementerian ESDM, Tony Susandy, S.T., M.B.A., dalam arahannya menyampaikan apresiasi mendalam atas progres akselerasi yang ditunjukkan oleh PLN beserta mitra kerjanya.

“Kami sangat mengapresiasi langkah progresif dan kesigapan PLN, baik UIP JBTB maupun PLN Nusantara Power, dalam mengoptimalkan potensi permukaan air Waduk Karangkates menjadi PLTS Terapung berskala 100 MWac. Inovasi pemanfaatan bendungan ini merupakan langkah yang sangat strategis untuk menggenjot capaian bauran energi baru terbarukan nasional dengan cepat, efisien, dan tanpa mengorbankan lahan daratan produktif. Kolaborasi yang solid dan eksekusi di lapangan yang terukur seperti ini adalah kunci utama agar target Net Zero Emission kita dapat terealisasi tepat waktu,” ungkap Tony Susandy.

Sementara itu, EVP Konstruksi Jawa, Madura, Bali, Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara PLN, Widya Anggoro Putro, menegaskan bahwa proyek PLTS Terapung Karangkates adalah bukti nyata keseriusan korporasi. “PLN terus bergerak masif dalam melakukan transisi energi. Pembangunan infrastruktur PLTS Terapung ini membutuhkan tingkat presisi engineering yang tinggi, dan kami memastikan seluruh proses konstruksinya yang dikerjakan oleh PT NGKI diawasi dengan ketat, aman, serta membawa dampak positif bagi keandalan sistem kelistrikan di Jawa Timur,” terang Widya.

Menyambut arahan tersebut, General Manager PLN UIP JBTB, Hendro Prasetyawan, menyatakan kesiapan penuh unitnya dalam mengeksekusi visi besar korporasi dan pemerintah.

“PLN UIP JBTB berkomitmen penuh dalam mendukung percepatan pembangunan energi bersih, sejalan dengan visi besar PLN untuk mengembangkan kapasitas PLTS hingga 100 GWp secara nasional. Bersama PLN Nusantara Power, proyek PLTS Terapung Karangkates 133 MWp ini adalah salah satu tonggak penting bagi kami. Kami siap mengawal kelancaran proyek ini dari hulu ke hilir, memastikan setiap panel surya yang terpasang di atas perairan Karangkates kelak akan memberikan pasokan listrik yang andal, hijau, dan berkelanjutan bagi masyarakat,” tegas Hendro.

Hadirnya PLTS Terapung Karangkates diproyeksikan tidak hanya akan menurunkan emisi karbon dan menekan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) listrik, tetapi juga menciptakan multiplier effect berupa peningkatan iklim investasi hijau dan pembukaan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar. PLN UIP JBTB akan terus memegang teguh prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) guna mewujudkan ekosistem kelistrikan masa depan yang ramah lingkungan. (rin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *