Madiun | Radar-today – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jawa Timur mendukung pemerataan akses listrik bagi masyarakat melalui Program Bantuan Pasang Baru Listrik atau BPBL. Dukungan tersebut diwujudkan dalam kegiatan Peresmian BPBL DWP Kementerian ESDM yang digelar di Pendopo Graha Muda Madiun, Kamis, 7 Mei 2026. Kegiatan ini dihadiri oleh Ibu Sri Suparni Bahlil, Ketua Bidang IV
Seruni Kabinet Merah Putih, Bupati Madiun Hari Wuryanto dan General Manager PLN UID Jawa Timur
Program BPBL merupakan wujud kehadiran negara dalam memastikan masyarakat dapat menikmati akses listrik yang aman, layak, dan mandiri. Melalui program ini, penerima manfaat memperoleh sambungan listrik baru, instalasi rumah berupa tiga titik lampu dan satu kotak kontak, pemeriksaan serta pengujian instalasi, Sertifikat Laik Operasi atau SLO, sambungan listrik daya 900 VA, hingga token perdana Rp100.000.
Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menyampaikan apresiasi kepada Kementerian ESDM, Seruni Kabinet Merah Putih, dan PLN atas dukungan dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Madiun. Menurutnya, Program BPBL menjadi anugerah besar bagi warga yang membutuhkan akses listrik mandiri.
“Kami sangat menyambut baik dukungan Kementerian ESDM, Seruni Kabinet Merah Putih, dan PLN melalui Program Bantuan Pasang Baru Listrik ini. Bantuan ini menjadi anugerah besar bagi masyarakat Kabupaten Madiun karena listrik tidak hanya menerangi rumah, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas hidup, pendidikan anak-anak, aktivitas keluarga, dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Hari.
Ketua Bidang IV Seruni Kabinet Merah Putih, Sri Suparni Bahlil, berharap Program BPBL dapat membawa manfaat berkelanjutan bagi keluarga penerima bantuan. Ia juga mengajak masyarakat untuk menggunakan listrik secara bijak, hemat, dan produktif.
“Kami berharap Program BPBL ini benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat, khususnya keluarga penerima bantuan di Kabupaten Madiun. Dengan listrik yang menyala secara mandiri dan layak, rumah menjadi lebih terang, aktivitas keluarga lebih nyaman, anak-anak dapat belajar dengan baik, dan masyarakat memiliki kesempatan yang lebih besar untuk meningkatkan kesejahteraannya,” ujar Sri Suparni.
“Listrik yang telah hadir di rumah masyarakat harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Gunakan energi secara bijak, hemat, dan produktif, sehingga bantuan ini tidak hanya menjadi penerangan, tetapi juga menjadi jalan menuju kehidupan yang lebih baik,” lanjutnya.
General Manager PLN UID Jawa Timur menyampaikan bahwa PLN terus berkomitmen mendukung penuh pelaksanaan Program BPBL di seluruh wilayah Jawa Timur. Realisasi BPBL di Jawa Timur terus meningkat, dari 20.250 rumah tangga pada 2023, menjadi 26.811 rumah tangga pada 2024, lalu meningkat signifikan menjadi 40.910 rumah tangga pada 2025. Pada 2026, program ini ditargetkan menjangkau 44.500 rumah tangga di Jawa Timur. Khusus di Kabupaten Madiun, terdapat 519 penerima bantuan BPBL. Dari jumlah tersebut, Kecamatan Balerejo menjadi wilayah dengan penerima manfaat terbesar, yakni 260 penerima manfaat.
“Kami percaya listrik bukan sekadar penerangan, tetapi pembuka kesempatan hidup. Ketika listrik hadir di rumah masyarakat, anak-anak dapat belajar lebih nyaman, keluarga dapat beraktivitas dengan lebih aman, dan pelaku usaha kecil dapat meningkatkan produktivitasnya,” ujar General Manager PLN UID Jawa Timur.
Melalui sinergi antara pemerintah, PLN, dan seluruh pemangku kepentingan, Program BPBL diharapkan terus mempercepat pemerataan akses listrik serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di Jawa Timur. (rin)












