Transformasi Budaya PLN UID Jatim Raih Juara Umum Culture Festival PLN Group 2026

Jakarta | Radar-today – Momentum Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81 semakin memperkuat semangat transformasi PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur. Konsistensi dalam membangun budaya kerja yang berorientasi pada keselamatan, pelayanan pelanggan, serta pertumbuhan bisnis mengantarkan PLN UID Jawa Timur meraih Juara Umum Culture Festival PLN Group 2026.

Dalam ajang tersebut, PLN UID Jawa Timur berhasil meraih Juara 1 kategori PLN 2 – Beyond Service dan Juara 1 kategori PLN 3 – Beyond Growth & Productivity. Dua capaian tersebut sekaligus mengantarkan PLN UID Jawa Timur sebagai Juara Umum Culture Festival PLN Group 2026.

Penghargaan diserahkan di Jakarta oleh Direktur Legal dan Manajemen Human Capital (LHC) PT PLN (Persero), Nurlely Aman. Rangkaian kegiatan juga turut dihadiri Independent Commissioner PT PLN (Persero), Ali Masykur Musa. Momentum tersebut menjadi ruang apresiasi bagi insan PLN Group yang secara konsisten mendorong transformasi budaya agar semakin berdampak terhadap kinerja perusahaan dan kualitas pelayanan.

General Manager PLN UID Jawa Timur, Eric Rossi Priyo Nugroho, mengatakan pencapaian tersebut menjadi refleksi bahwa transformasi budaya akan memberikan dampak nyata ketika nilai-nilai perusahaan diterjemahkan secara konsisten ke dalam perilaku, sistem kerja, hingga kinerja organisasi.

“Prestasi ini bukan semata tentang menjadi juara. Yang lebih penting adalah bagaimana budaya mampu menggerakkan insan PLN untuk bekerja lebih aman, memberikan pelayanan yang semakin baik, serta menciptakan nilai tambah bagi perusahaan dan pelanggan. Momentum HLN ke-81 menjadi pengingat bagi kami untuk terus menjadikan budaya sebagai energi dalam bergerak, bertransformasi, dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” ujar Eric.

Pada kategori Beyond Service, PLN UID Jawa Timur mengembangkan program budaya SPEEDS yang mengintegrasikan nilai Proaktif, Solutif, dan Empati ke dalam berbagai aktivitas pelayanan. Implementasinya mencakup penguatan kompetensi petugas, coaching oleh leader, forum monitoring, implementasi PS4 secara berjenjang, hingga evaluasi pelayanan melalui mystery shopper. Program tersebut menghubungkan intervensi budaya dengan peningkatan kualitas layanan dan keandalan distribusi secara terukur.

Implementasi SPEEDS menunjukkan dampak positif terhadap kualitas pelayanan pelanggan. Hingga September 2026, penurunan gangguan penyulang mencapai 14 persen, sementara positive customer experience tercatat sebesar 99,79 persen. Aktivasi Culture DNA pada petugas YANTEK juga menunjukkan perkembangan positif pada aspek Proaktif, Solutif, dan Empati menuju perilaku yang semakin konsisten dalam memberikan pelayanan.

Selain penguatan pelayanan, PLN UID Jawa Timur juga konsisten membangun budaya keselamatan melalui program MARKING atau Mitigation Before Working. Program tersebut menempatkan identifikasi dan mitigasi risiko sebagai bagian penting sebelum pekerjaan dilaksanakan, diperkuat melalui inspeksi, pengawasan, evaluasi rutin, kepatuhan terhadap SOP, serta penggunaan alat pelindung diri. Pendekatan tersebut mendorong keselamatan menjadi budaya kerja bersama yang terus dijaga secara konsisten.

Keberlanjutan MARKING juga diperkuat melalui sistem dan tata kelola sehingga tidak bergantung pada satu individu. Pelaksanaannya terdokumentasi dan dimonitor secara berkala agar budaya keselamatan tetap berjalan secara konsisten meskipun terjadi pergantian leader maupun PIC.

Sementara itu, pada kategori Beyond Growth & Productivity, PLN UID Jawa Timur mengembangkan CoreBoost 2.0 sebagai penguatan budaya bisnis melalui pendekatan customer intimacy, optimalisasi CRM, cross selling, performance dialog, peningkatan kompetensi, serta monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan. Program tersebut diarahkan agar transformasi budaya tidak hanya membangun perilaku, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan dan produktivitas perusahaan.

Eric menambahkan, keberhasilan transformasi budaya turut ditopang oleh keterlibatan aktif leader dalam setiap tahapan, mulai dari perencanaan, implementasi, monitoring, evaluasi, tindak lanjut, hingga kaderisasi dan pemberian apresiasi.

“Budaya tidak dapat dibangun hanya melalui slogan atau program sesaat. Leader harus hadir, memberikan keteladanan, menggerakkan tim, membangun sistem, dan memastikan perubahan tersebut terus berjalan. Ketika budaya sudah tertanam dalam cara bekerja sehari-hari, maka kinerja dan pelayanan yang lebih baik akan mengikuti,” tambah Eric.

Transformasi budaya di PLN UID Jawa Timur juga diperkuat melalui integrasi program ke dalam tata kelola, monitoring, dashboard, visual management, serta mekanisme evaluasi yang memastikan implementasi dapat berjalan secara konsisten dan berkelanjutan. Dengan pendekatan tersebut, program budaya tidak bergantung pada individu, tetapi menjadi bagian dari sistem kerja organisasi.

Sejalan dengan semangat HLN ke-81, PLN UID Jawa Timur memaknai penghargaan tersebut sebagai motivasi untuk terus bergerak, berkolaborasi, dan berinovasi. Transformasi budaya diharapkan semakin memperkuat keselamatan kerja, kualitas pelayanan pelanggan, produktivitas, serta pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

“Penghargaan ini kami dedikasikan untuk seluruh insan PLN UID Jawa Timur yang terus menjaga semangat kolaborasi dan perubahan. Capaian ini menjadi energi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja dan menghadirkan pelayanan terbaik, sehingga keberadaan PLN semakin memberikan manfaat bagi pelanggan, masyarakat, dan Indonesia,” pungkas Eric.

Melalui budaya kerja yang terus diperkuat, PLN UID Jawa Timur berkomitmen menjaga momentum transformasi agar capaian tersebut tidak berhenti pada prestasi, tetapi terus diwujudkan dalam peningkatan kinerja, keselamatan, produktivitas, dan kualitas pelayanan yang dapat dirasakan langsung oleh pelanggan dan masyarakat. (rin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *