PLN UID Jawa Timur Perluas SPKLU di Tol Solo–Ngawi dan Ponpes Al-Fatah Temboro, Magetan

Ngawi | Radar-today – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jawa Timur terus memperkuat komitmennya dalam mendukung percepatan transisi energi nasional. Salah satunya dengan menambah titik Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Rest Area Tol 575A dan 575B pada ruas tol Solo – Ngawi. Sebanyak lima buah SPKLU dengan kapasitas masing-masing 180 kW pada dua rest area tersebut dihadirkan sebagai bagian dari upaya PLN membangun ekosistem kendaraan listrik yang semakin luas, mudah diakses, dan andal bagi masyarakat.

Berlokasi di salah satu jalur utama penghubung Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur, penambahan titik SPKLU diharapkan menjadi simpul strategis yang memberikan kemudahan bagi pengguna kendaraan listrik yang melakukan perjalanan lintas provinsi, baik dari arah barat menuju timur maupun sebaliknya.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Timur, Eric Rossi Priyo Nugroho menyampaikan bahwa pembangunan SPKLU ini merupakan bentuk nyata dukungan PLN terhadap program pemerintah dalam mempercepat adopsi kendaraan listrik dan juga bagian dari komitmen bersama untuk mengurangi emisi karbon serta mendukung target Net Zero Emissions (NZE) di Indonesia.

“Setiap kendaraan listrik yang menggunakan energi listrik merupakan langkah kecil yang memberikan dampak besar bagi lingkungan. Semakin lengkap infrastruktur pengisian daya yang kita bangun, semakin besar pula kepercayaan masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik. Inilah kontribusi nyata PLN dalam mendukung target NZE sekaligus mewujudkan masa depan energi yang lebih bersih bagi generasi mendatang”, terang Eric.

Selain di Rest Area 575A dan 575B, PLN juga resmikan SPKLU di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Fatah Temboro, Kab. Magetan. Pengurus dan pengasuh Ponpes, K.H. Anwar Mughist, menyambut baik kehadiran SPKLU di lingkungan pesantren. Menurutnya, fasilitas tersebut menjadi wujud sinergi antara PLN dan pondok pesantren dalam mendukung pemanfaatan energi yang lebih ramah lingkungan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

“Kami mengapresiasi kepercayaan dan dukungan PLN yang telah menghadirkan SPKLU di Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro. Kehadiran fasilitas ini tidak hanya memberikan kemudahan bagi pengguna kendaraan listrik, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi santri dan masyarakat mengenai pentingnya pemanfaatan energi bersih serta menjaga kelestarian lingkungan. Semoga kolaborasi ini membawa manfaat yang semakin luas bagi umat dan masyarakat,” ujar K.H. Anwar Mughist.

Melalui pembangunan infrastruktur kendaraan listrik yang semakin merata, PLN menegaskan komitmennya sebagai leading force dalam transisi energi nasional. Bersama pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan, PLN akan terus mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia yang lebih hijau, berdaya saing, dan berkelanjutan menuju NZE 2060. (rin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *