Sidoarjo | Radar-today – Kegiatan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Sidoarjo fokus pada kesejahteraan keluarga, perlindungan perempuan dan anak, dan program Keluarga Berencana (KB).

Berbagai program rutin yang telah diselenggarakan meliputi pelayanan perlindungan korban kekerasan dan penyuluhan keluarga berencana di wilayah setempat.
Agenda dan program utama dari DP3AKB Sidoarjo meliputi, perlindungan perempuan dan anak (PPA), yaitu menjalankan pusat pengaduan, mediasi, dan pendampingan korban. Mereka juga menyediakan tempat penampungan sementara bagi korban kekerasan dan memberikan penjangkauan langsung di lapangan.
Berbagai kegiatan Penanganan korban kekerasan perempuan dan anak sesuai komitmen dari pemerintah kabupaten Sidoarjo.
Bupati Sidoarjo Subandi menyampaikan apabila DP3AKB menerima laporan terkait korban kekerasan perempuan dan anak segera dilakukan penanganan dan harus segera ditangani dan didampingi sampai tuntas sampai di pengadilan.
Kepala dinas P3AKB kabupaten Sidoarjo Henny Kristianti mengatakan selain kegiatan penanganan korban kekerasan perempuan dan anak, kami ada kegiatan pemberdayaan perempuan , disitu kami punya peraduan yaitu sekolah pemberdayaan perempuan, dan pelatihan- pelatihan.
“Adapun materinya sesuai dengan usulan dari masing-masing desa atau kecamatan tertentu, usulan-usulan materi tersebut sesuai dengan keadaan yang dilapangan” tegas Henny.
Ia menambahkan, usulan dan sasaran itu bisa dari kader penggerak, penyintas korban kekerasan,peka (kepala keluarga perempuan), dan keterampilan yang kami berikan sesuai dengan kapasitas kami yaitu kerajinan tangan.
Sedangkan materinya ada juga materi terkait usulan wawasan dari desa atau kecamatan. Dalam waktu dekat ada dua sasaran kegiatan sosialisasi yaitu di Kecamatan Balongbendo dan Kecamatan Krian.
“Masing-masing kecamatan ada 40 peserta , selain keterampilan yang akan kita berikan sekaligus ada materi atau wawasan untuk perempuan-perempuan disana” ujarnya.
Materi tersebut adalah, mengenai wawasan terkait dengan marketing atau pemasaran, ibu-ibu diberikan trik atau cara bagaimana memasarkan produknya dengan tepat sasaran. Kemudian Diberikan materi tentang UMKM, ada juga materi tentang caranya branding produk, ini terkait dengan wisata lokalnya, misalkan di daerah porong disitu ibu- ibu diberikan wawasan untuk mengerti dan memahami tempat wisata yang ada di daerahnya . Dan ada materi tentang digital, bagaimana penggunaan digital yang benar.
Dalam hal ini kami kerjasama dengan Dinas Kominfo, Disperindag, Dinas Koperasi dan Dinas Pariwisata , serta instansi-instansi terkait. Setelah mengikuti pelatihan ibu-ibu akan membentuk kelompok untuk peningkatan kesejahteraan keluarga untuk akses ke pokja. jadi disini kami berharap wanita itu tetap berdaya dalam keadaan apapun dan selalu aktif dalam kegiatan positif.
Henny mengatakan, DP3AKB Punya kader namanya PPKPD yg pos pembantu kader desa yang ada di wilayah RT dan RW jadi kader kami sejumlah empat ribu orang yang ada di desa, pos pembantu seluruh desa yg ada di desa.
Ada kader TPK yang tim kadernya selalu mendampingi keluarga , kader TPK itu setiap hari, setiap menit berkembang terus. Jadi bagaimana kader tersebut selalu mendampingi mulai dari calon pengantin yang nantinya diarahkan mau kemana , misalnya harus ke Puskesmas, untuk periksa kesehatan dan sebagainya, sampai mempunyai anak dan anaknya hingga balita nanti akan didampingi terus.
Sementara itu, kegiatan sosialisasi selalu kita lakukan, karena sudah merupakan program kegiatan kami.
Target sosialisasi dalam waktu dekat akan kami lakukan ke sekolah-sekolah baik sekolah tingkat SD hingga SMA, terutama para pesantren . Karena kita tahu bahwa akhir-akhir ini banyak kita dengar dan kita lihat di berita ataupun informasi di sosial media kejadian para santri menjadi sasaran pelecehan sexual ataupun kekerasan. Hal ini lah yang menggerakkan kami untuk segera melakukan sosialisasi kepada mereka memberikan wawasan sehingga mereka tidak takut apabila terjadi kekerasan atau ancaman segera berani melapor kepada siapapun yang sekiranya bisa melindungi. Baik kepada orang tua, polisi atau kepada DP3AKB.
Ia menambahkan, terkait cara kerja kami, perlu diketahui cara kerja kami adalah dalam bentuk jejaring, tanpa adanya jejaring kami tidak bisa bekerja artinya dengan semuanya mulai dari internal, satgas, PKK IPPNU, kelompok agama dan pemerhati perempuan dan anak yg ada di Kecamatan Wonoayu, di kecamatan Candi dan di Paseban,dan tak lepas dengan dinas terkait, itu semua saling koordinasi juga kampung sinau yang ada di Kecamatan Buduran kami sudah bekerjasama dan juga saling koordinasi.
“Bentuk upaya support kami kepada mereka yaitu saling mensupport jejaring saling koordinasi,dengan jejaring kami menyiapkan sesuai materi yang ada, dan yang sesuai diinginkan juga” jelas Henny.
Kami punya jejaring penyuluhan KB yang ada di lapangan, masing- masing Kecamatan ada penyuluhan tentang keluarga berencana (KB), dan itu dilakukan setiap hari adapun sasarannya adalah keluarga. Disaat ada kejadian kekerasan terhadap perempuan dan anak yang ada di lapangan, mereka selalu siaga dan segera penyuluhan tersebut melaporkan dan segera ditangani. Dalam materi penyuluhan selalu disisipkan materi-materi yg berkaitan dengan masalah keluarga.
Kalau ada kejadian yg ada di lapangan misalnya ada kejadian diskriminasi segera kami lakukan penanganan dan itu pun harus sampai tuntas.
Henny mengatakan, setiap ada pengaduan pasti kami siaga untuk menanganinya dan itu kita lakukan sampai tuntas, sampai pada pengadilan itu kalau memang diperlukan sampai pengadilan dan gratis.
“Meningkatnya kasus saat ini bukan karena banyak kasus yang tidak ditangani namun karena banyak masyarakat yang sudah paham setelah mengikuti sosialisasi untuk melaporkan ke kami, sehingga semakin hari semakin meningkat” ungkapnya.
Ia menambahkan, hal ini karena semakin seringnya kami sosialisasi ke masyarakat dan masyarakat semakin memahami ke arah mana langkah yang ia lakukan.
“Sampai saat ini (Mei 2026) sudah ada 138 kasus dan sudah ditangani, Kalau ada yang mengatakan masih ada yang belum ditangani itu karena tidak ada laporan ke kami,” tegasnya.
“Kami juga kerjasama dengan Polresta Sidoarjo. Di Polres ada Unit PPA mereka yang menangani pelakunya dan kami menangani korbannya”tambahnya.
Masyarakat sangat mengapresiasi dengan kegiatan yang dilakukan DP3AKB ini dengan adanya sosialisasi dan pemahaman yang diberikan tentang kekerasan pada perempuan dan anak serta langkah-langkah yang dilakukan setelah mengetahui kejadian yang ada disekitar,ini sangat bermanfaat, baik untuk sekolah-sekolah, pesantren juga masyarakat pada umumnya.
“Harapan kami,semoga kedepan masyarakat semakin berani melapor apabila terjadi kekerasan terhadap perempuan dan anak di lingkungannya, sehingga kami bisa cepat menanganinya” ujar Henny.(rin/adv)












