Wabup Sidoarjo Minta Solusi Konkrit Penanganan Luberan Lumpur Sidoarjo

Sidoarjo | Radar-today – Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS) terus berupaya melakukan penanganan luberan lumpur Sidoarjo yang terjadi sejak Jumat kemarin, (10/7/2026). Luberan lumpur terjadi di titik P10D yang berada di sisi Utara dan Barat pusat semburan.

Titik tersebut sangat dekat dengan jalur rel kereta api dan jalan raya Porong. Saat ini PPLS sedang melakukan penanganan darurat berupa peninggian tanggul yang bocor.

Pagi tadi kondisi luberan lumpur yang diduga akibat penurunan tanah di sekitar tanggul tersebut mendapat perhatian anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono. Kedatangan wakil rakyat tersebut disambut langsung oleh Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana dan Kepala Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS) Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum Madani serta Ketua Tim Perencanaan Teknik PPLS Arif Firmanto.

Wabup Sidoarjo Mimik Idayana berharap pihak PPLS segera mencarikan solusi konkrit penanganan luberan lumpur yang terjadi.

Pasalnya kondisi kebocoran tanggul seperti itu sangat membahayakan. Luberan lumpur itu akan menggenangi jalur vital jika tidak segera dibenahi. Ia berharap dampak bencana lumpur itu tidak terulang kembali. Keselamatan warga Sidoarjo harus menjadi prioritas utama penanganan lumpur Sidoarjo.

“Segera carikan solusinya dan selesaikan agar wargaku selamat. Karena apa? warga yang tertimpa bencana 20 tahun kemarin itu belum selesai, jangan sampai terulang. Segera carikan solusinya, itu harapan saya,” ucapnya.

Wabup Sidoarjo Mimik Idayana juga mengatakan Pemkab Sidoarjo terus berkomitmen dalam upaya penanganan lumpur Sidoarjo. Komunikasi dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait akan terus dilakukan. Ia ingin penanganan luberan lumpur saat ini dapat segera tuntas. Dengan begitu masyarakat Sidoarjo tidak kembali dibayang-bayangi kejadian semburan lumpur 20 tahun silam. “Kita tetap akan komitmen untuk membantu atau komunikasi dengan panjenengan dari Kementerian PU dan DPR RI,” ujarnya.

Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono juga meminta luberan lumpur Sidoarjo segera ditangani dengan cepat. Jika tidak akan membahayakan keselamatan masyarakat. Bahkan dampaknya juga pada perekonomian nasional.

“Jika tidak segera ditanggulangi, ini akan menjadi lebih besar lagi dan bisa menghambat transportasi publik atau logistic karena ini jalan nasional, jadi tidak hanya membahayakan keselamatan, tapi juga ekonomi kita bisa terhambat, perekonomian di Jawa Timur dan nasional bisa terhambat,” ujarnya. Untuk itu Bambang Haryo Soekartono meminta penanganan serius luberan lumpur tersebut. Seperti dengan memperbesar volume pembuangan lumpur ke sungai Porong. Terutama volume air lumpur yang harus dipercepat pembuangannya. Selain itu dinding-dinding tanggul lumpur harus diperkuat kembali. “Saya minta untuk serius penanganan pembuangan lumpur menuju ke sungai. Terutama airnya. Jadi airnya yang perlu kita percepat untuk pembuangan. Terus yang kedua, perkuat semua dinding-dinding lumpur Lapindo ini,” mintanya. Bambang Haryo Soekartono juga meminta Pemkab Sidoarjo segera merealisasikan early warning system. Sistem peringatan dini potensi bencana tersebut sangat penting agar warga dapat segera melakukan evakuasi.

Dengan begitu korban jiwa dan kerugian material akibat bencana tersebut dapat diminimalisir.

“Bu Wabup untuk merealisasikan early warning system, yaitu peringatan dini. Itu supaya warga dapat segera melakukan evakuasi jika terjadi kejadian bencana karena sisi ini ada ribuan atau mungkin ratusan ribu masyarakat yang bisa terdampak,” ucapnya.

Sementara itu Ketua Tim Perencanaan Teknik PPLS Arif Firmanto mengatakan penurunan tanah memang terjadi pada tanggul lumpur. Dari data pengukuran yang dilakukannya, penurunan tanggul lumpur rata-rata terjadi setengah meter per tahun. Dari 11 kilometer tanggul lumpur tersebut terdapat titik-titik yang mempunyai kerawanan.

Salah satunya di titik P10D. Titik yang berada di sisi Utara dan Barat pusat semburan yang juga berdekatan langsung dengan jalur rel kereta api dan jalan raya Porong. “Jadi penurunannya rata-rata untuk titik ini adalah 0,5 meter per tahun. Tapi dari 11 kilometer ini variatif, Pak. Memang di area tanggul yang sisi Selatan relatif stabil daripada tanggul yang sisi lainnya, terutama yang di sisi Barat ini,” ucapnya.

Arif menyampaikan penyebab penurunan tanggul lumpur karena kondisi geologi. Ia menerangkan kondisi geologi di Sidoarjo adalah daerah endapan sedimen. Daerah endapan sedimen tersebut yang mengakibatkan daya dukung tanah rendah. Kemudian pengaruh dari adanya dua sesar atau dua patahan aktif, yaitu sesar Siring dan sesar Watukosek.

“Jadi memang kalau kita menghitung stabilitas bahwa beban yang kita timbun itu akan berpengaruh terhadap stabilitas. Ini juga akan kita hitung kembali, Pak. Ini kita perlu lakukan hitung sampai elevasi berapa nanti kita akan lakukan peninggian timbunan yang baru nanti,”jelasnya.

Saat ini lanjut Arif, penanganan luberan lumpur Sidoarjo dilakukan dengan peninggian tanggul. Alat berat terus bekerja untuk menambah ketinggian tanggul lumpur. Tingginya sekitar 1 meter.

Pekerjaan tersebut masih bersifat darurat sebelum dilakukan penghitungan elevasi untuk menentukan tingginya timbunan tanggul yang baru.

“Ini sebetulnya penanganan darurat, peninggian darurat ini sekitar 1 meter Pak, kita sebetulnya juga tambah 0,7 meter,” ucapnya.

Ia juga pastikan tidak terjadinya penambahan volume semburan yang menyebabkan luberan lumpur. Menurutnya jika dibandingkan 20 tahun lalu, volume semburan memang jauh menurun. Dari awal semburan sekitar 100.000 sampai 120.000 meter kubik per detik. Sedangkan dari pengukuran saat ini, rata-rata adalah 27.000 sampai 32.000 meter kubik per hari.

“Kalau kita bandingkan dari 20 tahun lalu memang jauh ada penurunan, Pak. Dari awal-awal 20 tahun itu sekitar 100.000 sampai 120.000 meter kubik per detik. Dari pengukuran kita rata-rata saat ini adalah 27.000 sampai 32.000 meter kubik perhari limbahnya”ungkapnya (rin)

Penulis: RienEditor: Aprilia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *